Senin, 23 Juli 2012

Ku Titip Rasa Cintaku KepadaMu Ya Allah

Kasih itu sederhana. Sesederhana saat kita diam walaupun kita marah, sesederhana saat kita memberikan perhatian meskipun kita terabaikan. Kau akan merasakan kehilangan apabila seseorang yang tulus mencintaimu sudah tidak ada lagi di sisimu. Jangan sia-siakan seseorang yang ada di sampingmu dan selalu menyayangimu karena penyesalan hanya datang ketika kau tersadar tak ada lagi seseorang yang tulus mencintaimu. Aku tidak berharap untuk menjadi orang yang terpenting dalam hidupmu karena itu merupakan permintaan yang terlalu besar bagiku. Aku hanya berharap suatu saat nanti jika kau melihatku, kau akan tersenyum dan berkata “Dialah Orang yang Selalu Menyayangiku”

Ya Allah, bila waktunya tiba suatu saat nanti. Waktu dimana Engkau menilai aku pantas menerima karuniaMu. Pilihkan DIA karena Engkau. Buatlah hatinya memilihku karena Engkau. Buatlah cinta kami diatas cinta padaMu. Buatlah hatinya penuh cahayaMu. Dan buatlah kasih sayang diantara kami menjadi satu untukMu...

Aku ingin memiliki seseorang yang bisa menjagaku, menjadi imam di dalam hidupku yang selalu menuntun aku ke jalanMu ya Allah. Yang mengusap air mataku ketika aku menangis. Mencium keningku ketika aku tidur. Yang menegur aku ketika aku salah. Dan yang selalu mencintai aku dengan tulus…
Ya Allah, aku hanya berharap semoga aku bisa mencintai seseorang yang memiliki cinta luar biasa kepadaMu…

Allah SWT tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar. Namun  ketauhi lah bahwa Allah SWT selalu memberi pelangi di setiap badai, senyuman di setiap tetesan air mata, berkah di setiap cobaan dan jawaban indah di setiap doa


Aku Hanyalah Sebutir Pasir


Ketahuilah, aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir.

Tidak perlu engkau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang mampu menebar hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andai engkaulah jodohku yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz untukku, Allah SWT pasti akan menanamkan rasa kasih dan cinta dalam hatiku juga hatimu. Itulah Janji Allah SWT...



Amin Ya Robbal Alamin...

Do'a ku Meminta Jodoh Dari Mu Ya Allah







Ya ALLAH…
Ku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu. Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu. Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya. Dan ia haruslah mengetahui bagi  siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku. Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku ketika aku berbuat salah. Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku. Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi. Seorang yang dapat membuatku merasa sebagai wanita ketika aku di sisinya.


 
Ya ALLAH…
Aku tidak meminta seorang yang sempurna namun aku meminta seorang yang tidak sempurna. Sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu. Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang pria yang membutuhkan do’a ku untuk kehidupannya. Seorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya. Seorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.



Ya ALLAH...
Aku juga meminta, buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga. Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku. Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu. Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdo’a untuknya. Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya. Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya yang setia. Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat. Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan. 


Amin Allahumma Amin...

Minggu, 17 Juni 2012

Memaknai Cinta

"Pernah berpikir tidak? kadang orang yang kita cintai tidak bisa kita miliki, tapi orang yang kamu miliki tidak kamu cintai. Cinta bukan mimpi tapi harapan, bukan apa yang di dapat, tapi apa yang di rasa, cinta bukan puisi tapi kata hati,.

Aku pun punya jawaban; jika cinta adalah harapan maka hati adalah jawaban, bangun kejujuran dan ketulusan hati dengan kepercayaan, itulah cinta. Maka Allah menciptakan kita dengan;
2 mata, 2 telinga, 2 tangan, 2 kaki, 2 paru-paru, bahkan dengan, 2 ginjal,. tapi kenapa Allah memberikan kita 1 hati? tau tidak kenapa? karena hati yang satu lagi berada pada orang yang kita sayang".


Jika seseorang yang kamu sayangi tak pernah menganggapmu, tinggalkan saja dia! dan kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari dia.

Dunia tak selebar daun kelor! bukan hanya dia yang mempunyai potensi untuk membahagiakanmu, cari saja pengantinya,..
Siapa yang menabur angin, ia yang menuai badai!

patah hati? gak jaman,.. mati satu tumbuh seribu! cari lagi aja! 
Cinta bukan dasar dari kebahagiaan, tetapi tanpa cinta adalah dasar dari kesedihan.

Kita menikmati kehangatan karena kita pernah kedinginan, kita menghargai cahaya karena kita pernah dalam kegelapan, begitu pula kita dapat bergembira karena kita pernah merasakan kesedihan.

Kesalahan yang membuat Anda sedih lebih baik daripada kebaikan yang membuat Anda congkak.

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat. Kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi. Pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia.

Mata air kepuasan harus bersumber dari pikiran, orang yang memiliki sedikit pengetahuan mengenai sifat manusia untuk mencari kebahagiaan dengan mengubah apapun selain wataknya sendiri, akan menyia-nyiakan hidupnya tanpa hasil dan melipat gandakan kesedihan yang ingin ia hilangkan.

Cinta mungkin tidak akan berlangsung selamanya, tapi ia akan bertahan. Bertahan begitu lama dan kuat, hingga kita tahu bahwa dia mengkhianati cinta kita.

Kalau kau memusatkan perhatian untuk memberikan cinta, tugasmu akan terasa lebih kecil namun hasilnya besar. Kalau kau memusatkan perhatian untuk mendapatkan cinta, tugasmu akan terasa lebih besar namun hasilnya kecil.

Hal yang tersedih adalah apabila orang yang mendatangi kita pergi berjalan menjauh, dan perasaan kita bertambah sedih seiring banyaknya langkah kaki saat ia meninggalkan kita.

Kita akan tetap saling mencintai apabila kita dapat menerima setiap perubahan.

Aku hanya duduk termenung menanyakan kedalam hati tentang sinar yang datang dan menerangi hatiku walaupun samar-samar.

Tidak usah menangisi kepergiannya. Dia tidak akan melihatku berdiri tertegun melihatmu, sekalipun hanya sedetik, karena engkau telah pergi meninggalkanku dan tidak akan kembali kepadaku selamanya.

Yang berlalu biarlah berlalu, karena bagaimanapun semua telah berakhir. Biarkan semuanya tenggelam bersama matahari.

Allah tidak akan mengambil sesuatupun dari mahluknya,kecuali Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Cintailah sesuatu yang kamu cintai sekadarnya saja, karena bisa jadi suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu benci; Dan bencilah sesuatu yang kamu benci sekadarnya saja, karena bisa jadi pada suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.

Kau akan melihat sendiri keceriaan wajahnya jika kau bertemu dengannya seolah kau memberikan kepadanya sesuatu yang kau sendiri memerlukannya.

Tidak ada satu tarikan napaspun yang kau hembuskan, melainkan ada takdir yang dijalankan-Nya pada dirimu. Karena itu, tunduklah pada-Nya dalam setiap keadaan.

Masa lalu dapat kita gantungkan sebagai pajangan, tapi tidak perlu diacuhkan. Kita harus mengurung, melupakan, mengikatnya dengan tali yang kuat agar tidak dapat keluar berlari melihat cahaya.

Cinta adalah 3/4 mimpi mimpi, dan 1/4 kenyataan. Mulai timbul masalah kalau kau jatuh cinta pada mimpi mimpi itu, bukan pada kenyataanya. Tapi kau akan menemukan cinta sejati kalau kau jatuh cinta pada keduanya.


Cinta tak harus saling memiliki.

Allah punya cara lain untuk memberikan jalan, jalani saja yang ada.

Sesuatu yang tak bisa kita ucapkan jangan di paksa untuk di ucapkan, harusnya cukup di mengerti saja. karena masih banyak hal yang harus kita lakukan dengan ketulusan untuk sebuah tujuan.

Kamis, 10 Mei 2012

Kisah Ketika Iblis Membentang Sajadah Di masjid

Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.


Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.
"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.
"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?"
"Dengan sajadah!"
"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"
"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"
"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu?"
"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
"Untuk apa?"
"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".
Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil.

Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya.
Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.
Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.
"Yang mana?"
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".
Iblis lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.


Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.
Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
"Astaghfirullahal adzim ", ujar sang Kiai pelan.

Minggu, 04 Maret 2012

Pelukis Kartun Nabi Muhammad SAW Mati Mengenaskan Terlalap Api


Dalam laporan salah satu TV Arab Saudi ,akhbar arab yang di terbitkan dari Arab Saudi melaporkan bahwa Kurt Westergaard seorang kartunis denmark yang melukis gambar Nabi Muhammad SAW tewas dalam sebuah kebakaran yang menimpa kartunis tersebut,
Pemerintah Denmark berusaha sekeras mungkin untuk menutupi kejadian tersebut yang menyebabkan tewasnya kartunis Denmark tersebut.



Kurt Westergaard adalah seorang kartunis Denmark yang telah lancang dan berani membuat gambar Nabi Muhammad SAW, yang membuat umat islam murka dan turun kejalan jalan untuk mengecam tindakan kartunis Denmark tersebut, Kurt Westergaard lelaki yang melukis kartun nabi Muhammad SAW dengan niat menghina islam, dengan kuasa Allah SWT kartunis Denmark tersebut telah dikabarkan mati secara mengenaskan dengan tubuh terbakar tetapi media Denmark masih bungkam tentang apa penyebab yang menyebabkan terbakarnya kartunis Denmark tersebut.

Kematian Kurt Westergaard adalah pelajaran bagi mereka yang suka menghina Nabi Muhammad SAW, ini adalah kuasa Allah SWT dan Azab bagi para pengingkar... Subhanallah...

Senin, 27 Februari 2012

Sifat Pemaaf Nabi Muhammad SAW Yang Harus Kita Teladani

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah di sandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”

Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.

Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.

Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian sudah ada yang memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Rasulullah. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang Anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”.

Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”

Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negrinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keridhaan Allah Robbil Alamin.”

Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu,
TIADA SEORANG PUN DI MUKA BUMI YANG LEBIH KU CINTAI SELAIN MUHAMMAD RASULULLAH”

Sahabat………..

Apabila ada seseorang yang hendak melukai atau menganiaya kita, kebanyakan dari kita adalah bersiap-siap membalasnya, jangankan memberi makan, memaafkannya saja belum tentu, tapi Rasulullah, beliau melepaskan, memaafkan dan malah memberinya minum susu pula, melalui akhlaknya beliau, selamat pula tsumamah dengan masuk Islamnya dia.

Semoga saja kita sanggup meneladaninya, karena kita adalah pengikut ajarannya beliau?

Sejauh mana kita bisa memaafkan kesalahan orang? Seberapa besar kita mencintai sesama? kalau tidak, kita perlu menanyakan kembali ikrar kita yang pernah kita ucapkan sebagai tanda kita pengikut beliau…

Sungguh, beliau adalah contoh yang sempurna sebagai seorang manusia biasa. Beliau adalah Nabi terbesar, beliau juga adalah Suami yang sempurna, Bapak yang sempurna, pimpinan yang sempurna, teman dan sahabat yang sempurna, tetangga yang sempurna. maka tidak salah kalau Allah SWT mengatakan bahwa Beliau adalah teladan yang sempurna.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Beliau, junjungan dan teladan kita yang oleh Allah SWT telah diciptakan sebagai contoh manusia yang sempurna.

Salam ’alaika ya Rasulullah